08.33
Jakarta - Peluang bisnis ternak kelinci ternyata masih terbuka lebar. Namun sayangnya masih sedikit masyarakat yang melirik kelinci seba...
Jakarta - Peluang bisnis ternak kelinci ternyata masih
terbuka lebar. Namun sayangnya masih sedikit masyarakat yang melirik
kelinci sebagai potensi bisnis yang menjanjikan.
Ketua Himpunan
Masyarakat Perkelincian Indonesia (Himakindo), Yono C Raharjo
menjelaskan proses pengembangbiakan dan pertumbuhan kelinci sangat cepat
sehingga seorang investor bisa memperoleh hasil investasi yang relatif
cepat jika dikelola dengan baik.
"Potensi kelinci untuk tumbuh
dan berkembang biak dengan cepat, pada umumnya telah umum diketahui,"
ungkap Yono saat berbincang dengan detikFinance, Senin (9/7/2012).
Yono
menjelaskan, dalam setahun seekor induk kelinci mampu menghasilkan
paling tidak 40 kg bobot hidup pada pola tradisional dan 120 kg pada
pola intensif.
"Biasanya ditingkat intensif mengawinkan 7 sampai 8
kali per tahun untuk satu induk kelinci. Kemudian jumlah anak-anak
kelincinya terseleksi 8 sampai 10 ekor yang bisa dipananen. Jadi 7 kali 8
sama dengan 56 ekor/tahun," imbuhnya.
Pada pola intensif seekor
kelinci bisa dipanen pada umur 80 hari dengan bobot 2,5 kg/ekor.
Sehingga menurutnya, dari satu induk anak kelinci saja bisa menghasilkan
daging sekitar 120 kg/tahun.
"Kalau 56 ekor kali 2,5 kg, umur
potong potong 80 hari. Jadi 1 induk kelinci bisa menghasilkan sekitar
120 kilo/tahun," sanggahnya
Menurutnya, dengan investasi yang
sama dengan sapi. Ternyata kelinci bisa menghasilkan daging per tahunnya
jauh lebih besar daripada ternak sapi yaitu mencapai kira-kira 24 kali
lebih banyak daripada sapi.
"Bila disetarakan bahwa 1 sapi
bernilai Rp 10 juta, induk kelinci Rp 300 ribu (1 sapi = 30 kelinci),
maka dalam 1 tahun 1 sapi menghasilkan 200 kg bobot hidup, sedangkan 30
induk kelinci akan menghasilkan 1.200 sampai 4.800 kg," sambungnya.
Jika
masyarakat ingin memulai beternak kelinci, sebaiknya dilakukan secara
berkelompok agar proses pemeliharaan dan pemasaran produk ternak kelinci
bisa dikelola dengan baik. Menurutnya, untuk investasi awal masyarakat
bisa berinvetasi kira-kira sebesar Rp 10 juta. Namun dalam kurun waktu
setahun masyarakat telah bisa memperoleh pengembalian investasi.
"Kalau
seorang melihara 20 induk plus 3 jantan. Mestinya dia bisa makan
protein 20 gr/orang dari satu keluarga dengan 4 anggota. Ditambah dengan
penambahan pendapatan Rp 900 ribu/bulan. Di negara lain bagi yang tidak
mampu disediakan (modal) oleh negara kalau di kita 20 induk dengan 3
jantan, rata-rata menghabiskan hampir Rp 10 juta. Dalam 1 tahun sudah
balik modal," sebutnya.
Selain itu, peternak kelinci juga bisa memperoleh tambahan pendapatan selain penjualan daging kelinci saja.
"Pendapatan
akan bertambah bila dilakukan integrasi dengan sayuran/bunga,
pengolahan daging, kulit-bulu dan pupuk (padat dan cair)," tutup Yono.
08.27
Jakarta - Permintaan daging kelinci di Indonesia ternyata cukup tinggi. Namun pasokan atau suplai dari kelinci ini minim. Ini bisa menja...
Jakarta - Permintaan daging kelinci di Indonesia
ternyata cukup tinggi. Namun pasokan atau suplai dari kelinci ini minim.
Ini bisa menjadi peluang bisnis bagi yang berminat memulai bisnis baru.
"Pemain kelinci tahu supply kurang," tutur Ketua Himpunan Masyarakat Perkelincian Indonesia (Himakindo) Yono C. Raharjo kepada detikFinance, Jumat (25/1/2013).
Yono
yang juga Peneliti di Balai Penelitian Ternak Puslitbang Peternakan
Bogor menjelaskan kenapa masih sedikit orang memilih beternak kelinci.
Menurutnya, bisnis ternak kelinci unik dan berbeda dengan bisnis ternak
lainnya seperti sapi, kambing, atau unggas.
"Kalau orang mencari
daging kelinci (pasokan) 20 kg secara berkelanjutan pasti nggak ada yang
suplai. Kalau permintaan ada, suplai tidak ada. Kadang ada yang punya
suplai bingung jualnya," tambahnya.
Karena itu untuk solusinya,
Yono mengatakan akan dibuat kampung atau komunitas industri kelinci di
Indonesia agar bisa memudahkan penjualan dan pengembangan kelinci di
Indonesia.
Disampaikan Yono, pada pertengahan 2012 lalu,
pemerintah mulai mengembangkan konsep kampung kelinci di lima lokasi
Indonesia. Nantinya dengan konsep kampung kelinci itu, akan dihasilkan
banyak nilai tambah, mulai produk turunan seperti bakso, sosis,
cinderamata, mantel, syal, dan pupuk dari kotoran.
"Kita membangun industri berbasisi kelompok. kelompoknya diberdayakan. Gunanya banyak sekali," pungkasnya.
Sebelumnya
Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah mengatakan, dengan memiliki 50 ekor
kelinci, maka sama saja seseorang mempunyai penghasilan sebesar Rp 2
juta per bulan. Namun Dahlan belum mengatakan, BUMN apa yang akan
diminta untuk membesarkan peternakan kelinci ini.
Hari ini,
Menteri Pertanian Suswono untuk kesekian kalinya mencanangkan gerakan
makan daging kelinci. Hal ini sebagai upaya diversifikasi pangan daging
selain sapi, daging sapi harganya kini semakin mahal.
"Ini
krusial (masalah daging sapi) hanya di Jabodetabek yang lain tidak ada
masalah. Ini kita akan galakkan kelinci," ungkap Suswono usai acara APEC
Senior Official Meeting 1 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Jumat
(25/1/2013).
Yono pernah membeberkan soal peluang bisnis kelinci ini.
menurutnya, dalam setahun seekor induk kelinci mampu menghasilkan
paling tidak 40 kg bobot hidup pada pola tradisional dan 120 kg pada
pola intensif.
08.22
Jakarta - Selain dagingnya bermanfaat untuk konsumsi, ternyata kelinci juga memiliki nilai ekonomis lainnya. Salah satunya air kencingny...
Jakarta - Selain dagingnya bermanfaat untuk konsumsi,
ternyata kelinci juga memiliki nilai ekonomis lainnya. Salah satunya air
kencingnya, air kencing kelinci bisa digunakan untuk pupuk.
Seperti
terungkap dalam perjalanan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke Milad YPP Al
Ikhlas dan Silaturrahim Jami'ah Fida' Kubro di Desa Kendang Dukuh
Kecamatan Wonorejo Pasuruan Jawa Timur. Dahlan mampir di Peternakan
Kelinci Pimpinan Gus Yusuf Desa Bale Panjang Kec Rembang Pasuruan, yang
merupakan lokasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN.
Dalam
peternakan moderen tersebut, terdapat 150 ekor kelinci. Ratusan kelinci
itu menghasilkan kencing kelinci yang harganya lebih mahal dari 1 liter
BBM.i.
Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi saat
mendampingi Dahlan, mengatakan dari populasi 150 kelinci itu, dihasilkan
30 liter Kencing kelinci kemudian di fermentasi sekitar 2 hari dan bisa
menjadi pupuk dengan harga jual sekitar Rp 20.000 liter
Selain
itu, kelinci juga mampu melahirkan anak sekitar 6-10 ekor per 4 minggu
sekali atau 1 bulan. Daging kelinci dapat dijual sekitar 4-5 Bulan
sekali
"Kendala yang harus dipecahkan adalah pengadaan indukan
untuk mempercepat pengembangbiakan ternak kelinci ini," kata Faisal
menirukan ucapan Dahlan kepada detikFinance, Minggu (27/1/2013)
Menurut
Faisal program ini merupakan serangkaian Program Kementerian BUMN untuk
mengentaskan kemiskinan, disamping Tanaman Porang, Sapi dan Sorgum yang
sedang di galakkan Kementerian BUMN.