Peluang Usaha Es Krim Mandiri
Bertemu lagi di blog niatusaha.com kali ini saya ingin membicarakan sebuah peluang ushaa es krim mandiri. Kenapa saya sebut peluang usaha es krim mandiri ? ya karena anda sendiri yang akan membuatnya tanpa harus ikut dan join sebuah franchise tertentu. Modal kecil tidak terlalu besar dan bisa anda tentukan sendiri jumlah dan target pasarnya.
Peluang usaha membuat es krim rumahan skala kecil menengah ini sengaja saya ulas karena teringat kemaren sewaktu mampir di sebuah warung, saya bertemu dengan teman yang dia jualan es krim walls keliling, dan ketika ngobrol eh dia terima telp dan ternyata dia di telp murid didikannya yang ikut kursus membuat es krim. wow.. luar biasa ternyata teman saya ini mampu menangkap peluang usaha memberikan kursus membuat es krim kepada orang orang. Dan usut punya usut eh dia berencana membuka market baru dalam usaha ini yaitu membuat es krim untuk event event pernikahan. Dari usaha jual es krim keliling dan akhirnya memutuskan untuk memanfaatkan peluang usahanya ke arah yang lebih besar lagi.
Sebenarnya anda juga bisa memanfaatkan peluang usaha ini, banyak event yang bisa anda manfaatkan diantaranya, weeding/pernikahan, acara ulang tahun anak, seminar , dan event lainnya. Silahkan kontak dengan pihak terkait untuk bisa mendapatkan informasi kerjasama atau peluang usaha membuka jasa es krim ini di setiap event mereka.
Lalu bagaimana anda memulai peluang usaha ini? bagaimana jika anda tidak bisa ? tenang saja, membuat es krim tidak harus mempunyai ijazah yang cukup tinggi hehe.. anda bisa mencari banyak resep di internat ataupun juga di toko toko buku terdekat di kota anda. Sangat banyak resep yang sudah beredar, jika diluar sana mereka bisa kenapa anda tidak bisa? lha wong sama sama manusianya hehee…
Pada intinya yaitu strategi pemasaran, selain anda menyasar di event venet tertentu, cobalah bekerjasama dengan setiap warung yang di sekiatar anda atau lokasi yang dekat dengan sekolahan untuk bisa menjualkan es krm buatan anda tentu saja anda juga harus membuatkan tempat disana dan juga mengajari mereka cara berjualannya. Ingat dalam pembuatanna bukan nomer 1 api pemasaran yang bisa membuat berbeda nantinya.
disini saya coba memberikan potongan resep dari sebuah web yang memberikan sedikit resep bahan baku es krimnya, hanya sekedar sampel saja ya :

Semoga anda bisa memanfaatkan peluang usaha es krim ini. Selamat mencoba

Placemate atau orang Jawa biasa menyebutnya plismet biasa digunakan sebagai alas makanan atau taplak meja yang unik. Dikatakan unik karena saat ini banyak produk plismet yang terbuat dari bahan-bahan serat alam seperti lidi, akar wangi, eceng gondok, mendong, dan kertas koran. Salah satu lokasi usaha yang memproduksi aneka plismet dari bahan serat alam adalah Akarya Mandiri. Beralamat di Botokan Argosari Sedayu Bantul, Akarya Mandiri saat ini fokus mengerjakan beragam pesanan kerajinan tenun dan aneka plismet dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
Ditemui di rumahnya Rabu (30/3), Ibu Darwati yang diwakili putrinya Rini Arti (32) menjelaskan jika pada awalnya beliau lebih fokus memproduksi stagen, yaitu kain yang dililitkan di pinggang saat memakai jarit. Produksi kain stagen tersebut dijalani hingga tahun 1997. “Saat itu produksi kain stagen berhenti karena sudah tidak diminati lagi dan juga terjadi krisis moneter yang menyulitkan usaha kami ini,” kata Ibu Rini yang kini juga mewarisi bakat ibunya sebagai penenun. Karena tidak ingin ATBM miliknya tersebut nganggur begitu saja, kemudian Ibu Darwati berinisiatif untuk menciptakan produk lain yang masih bisa diproduksi menggunakan ATBM miliknya. Selama berfikir untuk menciptakan produk baru, ternyata ada tawaran dari salah satu perusahaan trading bagi Ibu Darwati untuk memproduksi plismet. Mulai dari situlah, Akarya Mandiri menekuni produksi plismet aneka jenis.
Selain memenuhi beragam pesanan dari berbagai daerah, Ibu Rini mengakui jika selama ini pihaknya juga sering aktif mengikuti pameran di berbagai kota. “Kita pernah ikut pameran di PRJ Jakarta, Surabaya, dan beberapa pameran nasional yang diselenggarakan di Yogyakarta,” terang Ibu Rini di tokonya. Dari pameran tersebut, produk plismet Akarya Mandiri banyak dikenal dan sudah beberapa kali diliput beberapa media cetak lokal dan nasional. Dan saat ini, selain memiliki ruko yang menjadi tempat menjual aneka plismetnya di rumahnya, Akarya Mandiri juga dipercaya untuk menempati salah satu los di Pasar Seni Gabusan Bantul.
Diakui Ibu Rini, setiap tenaga produksi di Akarya Mandiri dalam sehari mampu menghasilkan minimal 15 buah plismet aneka jenis. Harga yang ditawarkan untuk setiap produk plismet juga beragam, yaitu berkisar Rp.2.000,00-Rp.10.000,00 per buahnya. Namun permintaan produk plismet Akarya Mandiri ternyata juga mengalami penurunan omzet hingga 50 % akhir-akhir ini. “Sejak terjadinya krisis global, kami mengalami penurunan omzet yang drastis,” imbuh ibu satu orang putri tersebut. Bahkan menurutnya, terjadinya persaingan harga yang tidak sehat antar produsen plismet juga makin menambah sulit pemasaran produknya. Selain itu, masuknya produk sejenis yang berasal dari Cina dan Vietnam juga makin membuat persaingan dalam bisnis tersebut kian keras dan ketat.